BEBEK

Sudah pernah melihat boneka bebek kecil yang berwarna kuning cerah ? Ya !! benda lucu tersebut sudah menjadi salah satu teman bagi banyak para balita untuk mandi, baik pagi maupun sore hari. Tapi kenapa mereka, para balita itu sering sekali sulit untuk disuruh mandi. “Nak..! Ayo mandi dulu, biar seger dan gak bau” “Tar dulu mamaaahh…dede lagi masih maen”. Benar ! Betapa sulitnya untuk menyuruh seorang anak terutama balita untuk segera mandi. Setelah bangun tidur atau ketika mereka sedang bermain bersama-sama temannya yang sama-sama balita. Berbagai macam cara dilakukan para orangtua terutama ibunya agar anaknya itu bisa segera mandi. Bahkan tidak sedikit mamanya karena kurang sabar, akhirnya menggunakan cara yang agak kasar yang berujung nangisnya sang anak karena dipaksa untuk mandi.

 

Bagi-bagi ke :

 
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
 
“Yuuk pelihara gigi kita dan hindari yang berikut !”
 
Hindari minuman yang panas ! Kenapa ?
 
Ada apa di tahun 2017 ?

Saksofon

Alat musik bermacam-macam jenisnya dan juga bervariasi penggunaan dan cara memainkannya, tergantung jenis dan aliran musik yang akan dimainkan. Cara memainkannyapun berbeda. Ada yang dengan cara ditiup, dipukul dan dipetik. Masing-masing dari ketiganya ada berbagai jenis lagi. Alat musik juga ada yang tradisional dan ada pula yang moderen. Dalam perjalanan seni musik, banyak sekali alat musik yang perlahan-lahan sudah tidak dimainkan lagi. Karena sudah jarang dimainkan lagi akhirnya kehadirannya jadi sangat ditunggu-tunggu, dalam sebuah pertunjukan musik yang tentu saja berbeda dari konser musik yang biasanya. Alat-alat musik yang sudah jarang bahkan lama tidak dipakai lagi umumnya disebut dengan klasik. CIri-ciri lain dari alat musik klasik biasanya tidak menggunakan tenaga listrik atau baterei, hanya mengandalkan bahan yang dirancang sedemikian rupa agar bisa menghasilkan suara yang maksimal. Kemampuan pemain musik untuk alat musik jenis klasik akan sangat dibutuhkan,

 

Bagi-bagi ke :

 
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
 
Dengerin musik-musik era 60-70 an yuuk !
Lagu-Lagu untuk Piala Dunia
Ikuti Kabar-kabar tahun 2017 di sini !

JAKARTA

Menjadi barometer bagi kota-kota besar lain di Indonesia.
Banyak yang menjadikannya untuk :
– Tujuan MENCARI NAFKAH, baik dengan MODAL NEKAT maupun DENGAN MODAL BANYAK.
– Tujuan JALAN-JALAN WISATA. Wisata Kota Tua dan Kota Muda.
– Tujuan AKSI DEMO UNJUK RASA.
– Aksi UNJUK GIGI demi menandingi GIGI-GIGI yang telah diunjukkan sebelumnya.
– Dan aksi unjuk-unjuk lainnya.
– Ada juga yang MIMPI ingin tinggal di sana, meski akhirnya banyak yang tinggal MIMPI, soalnya … MAHAAAALL … MAU ?
– Banyak lagu-lagu diciptakan karena terinspirasi oleh kota utama Indonesia tersebut seperti yg berikut :
 

 
“Sunda Kelapa, Batavia, Djayakarta, Djakarta, Jakarta … ”

 

Bagi-bagi ke :

 
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
 

Pesan Di Perjalanan

Perjalanan dengan menggunakan kendaraan baik mobil atau motor memang mengasyikkan. Di samping bisa lebih cepat, juga bisa menghemat energi. Namun di balik kenyamanan dalam berkendara bagi pengemudi, faktor keselamatan pengendara harus diperhatikan dengan serius. Yang ada di jalan raya bukan hanya sendiri, namun ada orang lain yang juga menggunakan mobil ataupun motor. Masing-masing pengendara tentu saja memiliki karakter yang berbeda satu sama lain. Ada pengemudi yang terbiasa dengan kecepatan tinggi, ada juga pengendara yang kurang begitu peduli dengan peraturan lalulintas yang berlaku. Kalau pengendara atau pengemudi, baik motor ataupun mobil kurang waspada ketika berkendara, maka resikonya bisa fatal, bisa saja terjadi insiden tabrakan atau menabrak kendaraan lain.


 

 
– Tips & Trik
– Info Dunia
– H i b u r a n
– Dunia Olahraga
 

Bagikan :

 
 
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
 

Jangan Main-main Ketika Bekerja

Waktu adalah uang atau istilah bahasa asingnya time is money. Kalau Anda tidak serius melakukan sebuah pekerjaan maka akan sia-sia waktu Anda dan jadi terbuang. Keseriusan melakukan suatu pekerjaan akan menentukan hasil. Kalau Anda untuk mencapai hasil yang diinginkan tapi melakukannya dengan main-main maka hasilnya pasti kurang sesuai dengan harapan. Kerja keras bisa diukur dengan tingkat keseriusan yang Anda penuhi. Semakin serius Anda melakukan suatu pekerjaan maka terbuktilah kerja keras yang dilakukan.


 

 
– Tips & Trik
– Info Dunia
– H i b u r a n
 

Bagikan :

 
 
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
 

Kuno Tapi Antik

Hampir semua orang pasti menyukai barang yang baru. Barang atau produk baru sudah pasti lebih meyakinkan karena didukung oleh kualitas dan juga purna jual yaitu garansi kalau ada masalah dan kerusakan, meski terbatas. Namun dengan adanya atau munculnya barang baru bukan berarti barang yang lama ditinggalkan orang bahkan dibuang. Selalu ada saja yang masih mau menampung barang buatan lama.

Bahkan barang lama produk tertentu, seperti barang seni, kerajinan, barang peninggalan bersejarah dan barang-barang kuno lainnya, ketika sudah kembali dirawat, akan mempunyai nilai jual yang cukup tinggi. Ada juga barang lama yang karena usianya sudah ratusan tahun, seperli lukisan, barang pecah belah dan alat musik misalnya, karena barang-barang itu pernah dimiliki oleh seseorang yang terkenal, pejabat dan kolektor, akhirnya cara menjualnya dengan cara dilelang. Dengan cara sistem lelang itulah yang membuat harga sebuah barang menjadi tinggi.

 

Bagi-bagi ke :

 
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
 

Genangan Air

Air yang menggenang akibat air bah atau banjir yang terjadi dan menimpa sebuah lokasi atau daerah atau perkotaan, pada mulanya sangat mengerikan dan mengganggu aktifitas warga yang mengalaminya. Namun apabila kondisi tersebut berlangsung sangat sering dan sudah menjadi langganan, maka bagi warga yang tidak kreatif, kondisi tersebut akan menjadi penderitaan yang rutin. Namun bagi mereka yang kreatif, situasi air menggenang itu akan menjadi sebuah berkah. Bahkan ketika air menggenang tersebut sudah tidak surut lagi dan sudah menjadi genangan abadi sekalipun.

 

Bagi-bagi ke :

 
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
 

SAMPAH

Tempat buang sampah atau pengelolaannya ada yang dengan cara tradisional, menurut kebiasaan orang-orang jaman dulu, yang diajarkan oleh para orang tua kita, bapak moyang atau nenek moyang, antara lain yaitu dengan apa yang disebut istilahnya nabun, secara berkala, dibakar seadanya, karena jaman dulu tanah kebun keluarga masih luas-luas, belum banyak bangunan atau rumah. Apa resiko pengelolaan sampah seperti itu ?

sampah

Kebakaran lingkungan sekitarnya bahkan bisa jadi kebakaran dengan skala besar, misalnya kebakaran hutan berhektar-hektar, yang bisa menghasilkan komoditi ekspor, yaitu asap dikirim ke negara tetangga melalui udara, tapi itu gratis alias nggak usah beli, bebas pajak bea masuk. Dari yang jaman dulu barangkali barang-barang yang terbuat dari plastik masih sedikit, masih jarang, karena mungkin masih banyak kemasan barang-barang yang masih menggunakan dedaunan, anyaman bambu, rotan dan lain-lain. Tidak seperti jaman sekarang, barang-barang banyak yang dikemas dengan plastik, misalnya kue-kue, roti termasuk kopi sachet atau teh celup yang dalam sachet.
Ada lagi pengelolaan sampah yang modern, lebih teratur. Jaman sekarang karena telah berkembang tapi lahan tempat berpijak malah makin menyempit, ditempatkannya sampah tersebut di lokasi yang telah disediakan. Kalau nggak begitu, sampah yang dari ukuran sebesar jarum jahit hingga sebesar barang-barang besar yang dijahit, seperti bantal, kasur, sofa akan dibuang sembarangan ke mana-mana, ke sungai misalnya. Setiap hari secara rutin pula ada angkutan truk yang mengambil sampah itu untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir nun jauh di seberang sana, dibuang jauh-jauh, untuk didaur ulang menjadi sesuatu yang pasti berguna. Adakah resikonya ? Yaitu pencemaran lingkungan sekitar tempat pembuangan akhir itu dan secara nggak sengaja bisa menghasilkan komoditas ekspor juga, tapi bukan ke negara tetangga melainkan ke lain rukun tetangga bahkan ke lain rukun warga.
Pengelolaan sampah yang kedua tersebut ada iurannya alias bayar.
Yang ketiga, pengelolaannya di tempat yang ada yang disebut panti sosial. Untuk dibina menjadi lebih baik. Seperti halnya daur ulang, yang ke-3 ini juga biar bisa menjadi lebih baik dan pasti berguna, meskipun demikian sampah masyarakat jenis ini bisa jadi hasil akibat dari salahnya system pengelolaan masyarakat.

Di Amerika, sebuah lokomotif diesel yang telah berumur 50 tahunan ditarik dari peredaran, oleh seseorang yang juga sudah berumur 50 tahun lebih 20 tahun (baca: 70 tahun) dan bertindak sebagai ketua tim ahli yang sudah berpengalaman dalam hal copot mencopot, pretel mempreteli. Kemudian dipreteli satu persatu seluruh komponennya termasuk kabel-kabelnya yang terbuat dari karet, lalu besi-besinya baik yang baja maupun yang biasa, tapi keras juga, dilebur di pabrik peleburan untuk menjadi besi lagi, lalu mesinnya di perbaiki lagi, TUNE UP di workshop, dirakit lagi sampai akhirnya dipakai lagi sebagai lokomotif diesel. Daripada jadi sampah. Berguna kembali.

lokomotif
SUMBER : KompasTV acara Mega structure
Di Rusia, sebuah kapal selam dengan tenaga nuklir yang canggih, submarine yang terbesar di dunia, meski kalau sedang berada di tengah lautan tetap aja terlihat kecil juga. Karena perkembangan jaman sudah berbeda, model perang dinginnya juga sudah berbeda, daripada memakan biaya operasional banyak bertahun-tahun, nungguin perang yang nggak dingin biar bisa dipake tapi nggak perang-perang juga, terpaksa dipensiunkan lalu di preteli hingga memakan waktu berbulan-bulan. Karena ada bagian yang sangat sensitif, bahan-bahan yang mengandung radioaktif, yang bukan saja bisa menjadi sampah masyarakat yang sangat mematikan, tapi bisa jadi sampah masyarakat level internasional, mengundang protes keras dari banyak negara.
SUMBER : KompasTV acara Mega Structure.
 

Bagi-bagi ke :

 
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
 

MAU BISA BELI HARUS KERJA

kerja biar kebeliAda orang kerja sukarela dan ikhlas, ada orang yang kerja karena terpaksa, ada juga kerja dipaksa atau boleh disebut kerja paksa. Yang pasti semua orang memang harus kerja.
Lain dulu lain sekarang. Jaman dulu, kurang lebih 100 tahun yang lalu dan atau lebih, ada istilah kerja paksa dan kerja rodi, kerja yang dilakukan di bawah ancaman para penjajah kolonial, Romusha dll. Kerja paksanya pasti nggak SANTAI, bisa bikin langkah jadi GONTAI, kakinya DIRANTAI, kalau melawan DIBANTAI akhirnya jatuh. Mending kalau jatuhnya ke PANTAI, lha ini terbanting di atas kerasnya LANTAI. Sebuah bangsa yang serba nggak berdaya meskipun kaya akan sumber daya jadi tertipu daya oleh bangsa adidaya, nggak tau apa karena kurang cekatan atau hal lainnya, dipekerjakan dengan paksa agar bisa menghasilkan sesuatu demi target bisa tercapai. Ironisnya bangsa yang nggak berdaya tadi malah dapat kesengsaraan dan kesedihan yang bisa dirasakan mungkin hingga anak cucu cicit, bahkan hingga generasi selanjutnya. Bangsa yang kurang daya tadi, yang dipaksa kerja sampai mati-matian (baca: sampe mati beneran) malahan tidak bisa beli sesuatupun walau hanya sedikit.
Bagaimana dengan jaman sekarang yang sudah merdeka ? Sekarang sudah terbebas dari belenggu penjajahan, sistem kerja paksa barangkali sudah tidak ada lagi. Kalaupun terpaksa harus kerja lebih banyak, itu semua demi memenuhi kebutuhan hidup yang amat sangat mendesak. Apalagi yang harus dibeli itu kebutuhan pokok yang harganya tiba-tiba merangkak ke atas terdesak alias naik, bisa bikin nafas ini jadi terasa sesak. Memang akhirnya bisa kebeli juga sih, tapi dapatnya jadi lebih sedikit, mutu barang juga jadi berkurang karena dibuat dengan cara paket hemat. “Biasanya kemaren-kemaren kalo beli goceng bisa dapet lima biji, eh, sekarang beli lima rebu cuma dapet tiga biji doang”.
“Tadinya barangnya tebel, sekarang kok jadi tipis begini yah? “Model slim”.
“Sekarang kalo mau beli dengan jumlah atau ukuran yang sama seperti waktu sebelumnya, pasti harganya jadi lebih mahal, harus rogoh kantong lebih dalam lagi, keluarin uang harus lebih banyak”.
“Duh, terpaksa deh harus kerja lebih keras lagi, biar bisa kebeli”. Ini otak harus diputar lebih kencang lagi, fisik mesti di buntang banting lebih kencang lagi. Otak kita yang tadinya diputer 50 kali, sekarang otak nan lembut ini harus diputer sampai 150 kali”. “Lalu bagaimana bagi mereka yang otaknya sebelum diputer memang sudah pusing tujuh keliling barangkali yang disebut dengan istilah mumet lalu harus diputar sebanyak itu ?”
Bagaimana mereka yang tadinya bontang banting fisiknya sampai pegal linu, encok, yang barangkali bisa pulih setelah minum jamu, tapi sekarang buntang banting fisiknya nyaris bikin copot semua organ tubuh, seperti boneka Barbie yang nasibnya tragis berada di tangan para balita ?
“Habis pilihannya cuma itu sih dan harus begitu !”. Resikonya diri ini bisa cepat tua, bisa kena sakit tipes, kuning, lever hepatitis, stroke dan lain-lain, karena kelelahan, over dosis kerja”.
Gambar 24/7
“Bagaimana nasib mereka yang kerjanya sudah keras tapi nggak bisa diperkeras lagi ? “Akan jadi lebih besar pasak daripada tiang, nggak bakalan bisa nutup” Resiko : “Gali Lobang Tutup Lobang”
“Bagaimana pula nasib mereka yang kerjanya sudah keras, terpaksa dibikin lebih keras lagi, ehh ujung-ujungnya malah nggak bisa kebeli apa-apa juga? “Yahh, kerja cuma dapet capek doang, kalau begitu sih bedanya tipis dengan kerja paksa jaman kolonial dulu”
“Terus … apa bedanya dengan dipaksa suruh beli ? “Bagi yang nyuruh beli sih enak”
Ada lagi “Dipaksa beli agar bisa kerja”. Artinya kalau mau kerja demi memenuhi kebutuhan, harus dengan cara membeli, kerjaannya harus dibeli dulu.
“Demi membeli harus kebeli”. Kalo ke Bali harus membeli, itu sudah pasti, beli tiket, beli karcis masuk, beli cindera mata, beli oleh-oleh dll. Tapi ini demi kebeli harus membeli.
Tapi … (ada orang yang bilang) “Udah niatian aja deh, gimana aja caranya, rezeki pasti ada, kalo ga gitu kita nggak bakalan punya, kapan punyanya ?”
Terpaksa harus beli agar bisa kerja yang kadang-kadang jadi terpaksa kerja dan dipaksa kerja juga.
Yang terakhir, “Bagaimana kalau ada yang sudah kerja keras sampai titik maksimal dan mereka mendapatkan kepuasan batin yang maksimal pula ?” “Mungkin itu yang disebut dengan berkah”
 

Bagi-bagi ke :

 
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail
 

JUAL BELI

Segala kegiatan atau aktifitas antara manusia dengan manusia lainnya di mana yang satu memberi sebuah barang atau jasa kepada yang lainnya, kemudian yang lainnya langsung memberikan barang lain, terutama uang, ke yang satunya, baik yang bekas maupun yang baru, itu artinya sama dengan jual beli.
Makna dari jual beli sendiri bisa berbeda-beda. Ada jual beli yang seperti kaimat yang tertulis di awal artikel ini ada juga jual beli yang artinya dipengaruhi oleh peristiwa tertentu. Beberapa waktu yang lalu ada istilah jual-beli yang lahir dari situasi sosial yang tidak kondusif, seperti pertentangan antar kelompok yang berseteru. Salah satu kelompok karena merasa siap untuk meladeni tantangan kelompok yang mengancam, mengeluarkan ucapan yang akhirnya menjadi populer yaitu ucapan : “ENTE JUAL,ANE BELI!”
Dalam dunia olahraga, misalnya arena pertarungan tinju dan olahraga lain yang harus menggunakan tangan dan kakinya ke wajah atau tubuh lawan tandingnya, seperti karate, pencak silat, thai boxing dan semacamnya, bisa juga mempengaruhi makna istilah jual-beli menjadi jual-beli pukulan. Artinya dalam pertarungan itu benar-benar terjadi saling menyerang dengan sengit. Petinju A memberikan pukulan ke petinju B, sementara petinju B sambil menangkis pukulan A, dia membalas dengan pukulan pula ke arah petinju A.
Di jaman penjajahan sekitar beberapa abad yang lalu, jual beli bukan saja terjadi untuk penyerah terimakan barang saja, namun juga jual-beli untuk menukar manusia dengan uang yaitu ditebus. Jika manusianya berkualitas lebih baik, maka harganya akan lebih mahal. Itulah yang disebut perbudakan.
Akhirnya sekarang perbudakan sudah tidak diperbolehkan lagi keberadaannya. Agama juga sangat melarang kebgiatan perbudakan seperti itu.
Di dunia olahraga profesional, ada bursa transfer pemain yang dilakukan oleh banyak klub profesional. Sebuah klub karena ingin berprestasi lebih baik bahkan berambisi ingin juara, mengontrak beberapa pemain muda yang bertalenta. Dengan nilai kontrak yang sangat fantastis dan makin menggila, harga seorang pemain saja yang bisa tembus ke angka triliunan. Pihak klub menghubungi agen sang pemain itu lalu bernegosiasi harga, setelah tercapai kesepakatan, maka pemain itu diboyong ke markas klub untuk bermain di sana. Tapi bila pemain itu ternyata setelah dimainkan, penampilannya kurang sesuai harapan, bisa saja dia dijual lagi atau dipinjamkan sementara ke klub lain (tentu klub mendapat bayaran atas pinjaman tersebut).
Demikian juga di dunia politik sempat populer istilah “POLITIK DAGANG SAPI”. Ini mungkin yang sulit didefinisikan, karena dunia politik memang sukar ditebak. Tidak ada lawan dan kawan, yang ada hanya kepentingan.
Ada juga kegiatan jual beli yang dilarang atau liegal seperti jual beli bayi, perdagangan manusia, jual beli binatang langka yang dilindungi, baik dijual hidup-hidup maupun dijual dalam keadaan sudah mati untuk dimanfaatkan beerapa bagian tubuhnya yang bisa bernilai ekonomi tinggi.
Jual beli memang ada resikonya, kadang resiko untung kadang rugi. Rugi secara materi dan non materi.